Yendi Widya Kota Bengkulu Bunga Rafflesia Bunga Raflesia Kawan Kawan Kawan Yendi ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH WILUJENG SUMPING

Minggu, 14 November 2010

Memandang Perekonomian Indonesia di 2010

* Harian Ekonomi Neraca
* Nasional

Saat badai resesi datang, Indonesia boleh sedikit bertega hati. Pasalnya, Indonesia merupakan satu dari tiga negara yang tidak terlalu terimbas oleh krisis global setelah Cina dan India. Hal ini setidaknya menjadi pelecut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di 2010.

NERACA - Bertempat di gedung LIPI, Dr Agus Eko Nugroho, Peneliti P2E - LIPI, memaparkan pengamatannya pada prospek perekonomian Indonesia 2010. Dalam paparannya, Agus menilai perekonomian Indonesia 2010 cukup menjanjikan. Kesimpulan ini diambil Agus karena dilihat dan kemampuan Indonesia bertahan dari hantaman badai krisis. "Badai krisis membuat kita optimis menghadapi 2010 sehingga saya perkirakan pertumbuhan ekonomi bisa menembus hingga 5,9 persen, lebih tinggi dari RAPBN yakni 5.5 persen. Selain itu, harga minyak juga cenderung akan meningkat karena pengaruh kebangkitan negara-negara maju kata dia.

Lebih lanjut. Agus juga menyoroti kasus Century yang musti segera dituntaskan oleh pemerintah. Sejauh ini, perhatian pemerintah masih berkutat pada masalah Bank Century sehingga program penilaian kinerja 100 hari SBY dan para pembantunya jadi tidak terfokus. Agus mengingatkan penyelesaian kasus Century sebaiknya dilakukan secepatnya karena bisa berdampak pada situasi politik dan ekonomi. Padahal, Indonesia harus menjaga stabilitas ekonomi dan politik agar pertumuhan ekonomi yang telah ditargetkan bisa tercapai.

Pertumbuhan ekonomi ditegaskan Agus bisa tercapai apabila pemerintah mengefisienkan sistem transportasi dan perbaikan infrastruktur karena hal tersebut bisa menekan nilai inflasi. Selain itu, pemerintah juga perlu memberlakukan sanksi tegas terhadap pelaku kejahatan perbankan dan pasar modal yang selama ini belum memberikan efek jera.Di 2010, pemerintah juga dihadapkan pada pekerjaan rumah yang belum tuntas diantaranya soal kemiskinan dan pengangguran. "Kerja berat pemerintah untuk mengurangi kemiskinan" papar Agus.

Diakuinya, untuk mengentaskan kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan serta-merta. Dibutuhkan waktu setidaknya empat sampai lima tahun untuk menekan angka kemiskinan. Agus melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat kemiskinan terus bergarak naik diantaranya adalah tingkat inflasi dan penduduk dengan tingkat pendapatan yang rendah. Roda inflasi dikhawatirkan Agus akan menggerus penduduk berpendapatan rendah. Dengan demikian, program anti kemiskinan musti dievaluasi lagi karena tidak berdampak signifikan serta tumpang tindih sehingga kurang efektif. Tidak hanya itu, program anti kemiskinan yang ada sekarang mi banyak disalah gunakan sehingga target warga miskin yang hendak dibidik malah meleset.

Lebih lanjut, ia menyinggung soal pengangguran terbuka yang terus meningkat jumlahnya. Agus berpendapat banyak tenaga kerja yang tidak terserap industri. Pemerintah harus berpatokan pada industri yang berpusat pada tenaga kerja yang diatur oleh undang-undang. Selain itu, penyaluran UKM terutama diluar pulau Jawa juga musti ditingkatkan, terutama dikantong-kantong kemiskinan mengingat kesejahteraan masyarakat di pulau Jawa dan diluar pulau Jawa masih timpang" ujar dia. *suci

Tidak ada komentar: