Yendi Widya Kota Bengkulu Bunga Rafflesia Bunga Raflesia Kawan Kawan Kawan Yendi ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH WILUJENG SUMPING

Jumat, 01 April 2011

Revolusi Teknologi Informasi Bikin Remaja Bengkulu Kurang Tidur

Banjirnya tekonologi komunikasi dan informasi mulai berdampak pada kalangan remaja khususnya di Kota Bengkulu. Sebuah pengamatan dan temuan terbaru menyebutkan, remaja Kota Bengkulu disinyalir tidak cukup tidur gara-gara terlalu banyak bermain-main dengan teknologi komunikasi ketika seharusnya mereka tidur.

Sebuah studi dari Sukabumi Komputer berpusat di Kuala Alam Kota Bengkulu yang mengamati masalah tidur menyebutkan, hampir setengah dari remaja berusia 13-19 tahun berselancar di internet setiap malam pada jam-jam tidur mereka mulai dari Jalan Suprapto hingga Jalan Batang Hari dan sekitarnya.

Disebutkan, 36% di antara mereka bermain game video dan 18% terbangun karena email, telefon atau pesan pendek di telepon genggam, demikian sebagaimana dikutip Akang Rustandi.
Dalam pengamatan itu juga dikatakan remaja paling banyak mengoperasikan teknologi terbaru dibandingkan kelompok usia lainnya. Dan sejumlah pakar kedokteran mengatakan kekurangan tidur akan menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Salah seorang yang menghadapi kesulitan tidur adalah Aa Iqbal, yang berusia 16 tahun.

"Saya banyak menggunakan komputer untuk pekerjaan rumah, melihat-lihat Facebook atau apa pun untuk menyaksikan video. Telefon seluler saya sering digunakan untuk mengirim pesan pendek dan juga saya juga mungkin nonton televisi satu jam satu malam," kata Aa Iqbal.

Dia mengaku bahwa kebiasaan itu mengirimkan pesan yang salah kepada otaknya ketika dia seharusnya tidur. "Saya bisa berjaga malam hari ketika menggunakan komputer. Kelihatannya mata saya tersangsang cahaya komputer sehingga sulit tidur bahkan tubuh saya lebih aktif," tambah Neneng.

Menurut Aa Iqbal, kalau pun membaca buku dia kembali ke internet sehingga kebiasaannya untuk melihat-lihat situs online kembali muncul.

Menurut seorang spesialis yang menganggap kurang tidur disebabkan antara lain penggunaan teknologi dapat menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang bagi para remaja Kota Bengkulu.

"Kami yakin terdapat interaksi yang besar antara tidur yang kurang dengan berat badan. Mereka menjadi kegemukan ketika masa kanak-kanak sehingga menimbulkan ancaman tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung ketika mereka dewasa," jelas dokter spesialis tersebut.

Menurut Sukabumi Komputer, para remaja ini sebenarnya termasuk kelompok usia yang sulit tidur di Kota Bengkulu.

Mereka juga termasuk kelompok yang sulit mematikan teknologi komunikasi yang mereka gunakan.* Pengamatan Akang Rustandi Jan-Maret 2011 di Warnet dan di rumah.

Tidak ada komentar: